Senin, 11 April 2016

akhlak




BAB I
Pendahuluan
I.                   Latar belakang
Rasulallah SAW adalah suri tauladan bagi seluruh umat manusia karena beliau adalah manusia yang paling bagus akhlaknya, Nabi SAW bersabda yang artinya “aku di utus ke dunia untuk memperbaiki akhlak”. Dengan dasar seperti itu kita wajib memperbaiki akhlak kita dengan mengambil contoh dari Rasulallah SAW. Akan tetapi apakah kita sedah mengetahui apa itu akhlak, ruang lingkupnya, serta ciri-ciri dari akhlak itu sendiri.
Semoga dengan adanya makalah ini kita semua bisa meahami hakikat dari akhlak itu sendiri, serta bisa mencontoh dari manusia yang paling baiknya akhlak yaitu Rasulallah SAW. Aaminn.

II.                Rumusan masalah
1.      Apa pngertian akhlak ?
2.      Apa sajakah ruang lingkup akhlak ?
3.      Apa sajakah manfaat dalam mempelajari akhlak dalam kehidupan sehari-hari?
4.      Apa saja ciri-ciri akhlak ?

III.             Tujuan makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian akhlak
2.      Untuk mengetahui ruang lingkup akhlak
3.      Untuk mengetahui manfaat mempelajari akhlak
4.      Untuk mengetahui ciri-ciri akhlak





BAB II
PEMBAHASAN
Rasulallah SAW adalah suri tauladan bagi setiap manusia, terutama akhlaknya yang mulaia Allah SWT berfirman yang artinya “dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.[1] Maka dari itu sebagi seorang muslim yang sedang berusaha mencontoh akhlak Rasulallah SAW  kita harus berusaha untuk meniru akhlak beliau. Rasulallah SAW bersabda yang artinya:
sesuangguhnya termasuk orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Sementara orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dari ku pada hari kiamat adalah orang-orang cerewet yang kebanyakan bicara, orang-orang bermulut pedas, dan mutafaihiqun.” Para sahabat bertantya, “wahai  Rasusullah,kalau orang-orang cerewet dan bermulut pedas kami sudah tahu, lalu siapa gerangan mutafaihiqun?” beliau menjawab:”(mereka adalah) orang-orang yang suka berbicara tinggi dan muluk-muluk (sombong).”[2]
Dan berikut sedikit pemaparan mengenai apa itu akhlak.
2.1 Pengertian Akhlak
            Kata Akhlak atau Khuluq secara kebahasaan berati budi pekerti, adat, kebiasaan, perangai, muru’ah atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi’at.[3]  Sedangkan secara terminologi dapat merujuk kepada berbagai pendapat para pakar di bidang ini. Menurut Imam al-Ghazali (1059-1111) Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pikiran dan pertimbangan. sedangkan menurut Ibn Miskawaih (w.421 H/ 1030 M) Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa dan mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.[4]
Sedangkan menurut At-Tahawani (w. Abad 11), Kasysyaf Ishthilahat al-funun, mendefinisikan akhlak yang di sebutnya dengan istilah prilaku (as-suluk) sebagai pengetahuan antara yang baik dan tidak baik. Dengan kata lain pembahasan akhlakadalah diri manusia dari segi kecenderungan-kecenderungannya, hasrat-hasratnya, dan berbagai potensi yang membuat manusai lebih cenderung kepada kebaikan atau keburukan[5]. Selain menurut para pakar pengertian akhlak juga terdapat dalam kitab Dairatul ma’arif yang secara singkat Akhlak diartikan sifat – sifat manusia yang terdidik.[6]

2.2 Ruang Lingkup Akhlak
Ruang lingkup pembahasan akhlak adalah membahas tentang perbuatan-perbuatan manusia, kemudian menetapkannya apakah perbuatan tersebut tergolong perbuatan yang baik atau perbutan yang buruk. Dengan demikian, objek kajian akhlak berkaitan dengan norma atau penilaian terhadap suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. Jika kita kaitkan baik atau buruk, maka ukuran yang harus digunakan adalah ukuran normatif. Selanjutnya jika kita katakan sesuatu itu benar atau salah, maka yang demikian itu termasuk masalah hitung atau akal pikiran.
Keberadaan ilmu akhlak sebagai sebuah disiplin ilmu agama yang sudah sejajar dengan ilmu-ilmu keislaman lainnya, seperti tafsir, tauhid, sejarah islam, dan lain-lain. Pokok-pokok masalah yang di bahas dalam ilmu akhlak pada intinya adalah perbutan manusia. Perbuatan tersebut selanjutnya di tentukan kriterianya apakah baik atau buruk. Dalam hubungan ini Ahmad Amin mengatakan sebagai berikut :
Bahwa objek ilmu akhlak adalah membahas perbutan manusia yang selanjutnya perbuatan tersebut di tentukan baik atau buruk.[7]
            Pendapat di atas menunjukkan  dengan jelas bahwa objek pembahasan ilmu akhlak adalah perbuatan manusia untuk selanjutnya diberikan penilaian baik atau buruk. Dengan demikian ilmu akhlak adalah ilmu yang mengkaji suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia yang dalam keadaan sadar, kemauan sendiri, tidak terpaksa dan sungguh-sunggguh atau sebenarnya, bukan perbuatan yang pura-pura.[8]


2.3 Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlak   
Manfaat mempelajari ilmu akhlak menurut Ahmad Amin mengatakan :
Tujuan mempelajari ilmu akhlak dan permasalahannya menyebabkan kita dapat menetapkan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang baik dan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang buruk. Bersikap adil termasuk perbuatan yang baik, sedangkan perbuatan zalim termasuk perbuatan yang buruk, membayar hutang kepada pemiliknya termasuk perbuatan baik, sedangkan mengingkari utang termasuk perbuatan yang buruk.[9]  Sedangkan menurut Mustafa Zahri mengatakan bahwa tujuan perbaikan akhlak itu, ialah untuk membersikan kalbu dan kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima nur cahaya tuhan.
Keterangan  tersebut memberi petunjuk bahwa ilmu akhlak berfungsi memberikan panduan kepada manusia agar mampu menilai dan menetukan suatu perbuatan untuk selanjutnya menetapkan bahwa perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang baik atau yang buruk. Ilmu akhlak juga berguna secara efektif dalam upaya membersihkan dari perbuatan dosa dan maksiat. Jika tujuan ilmu akhlak tersebut dapat tercapai, maka manusia akan memiliki kebersihan batin yang pada gilirannya melahirkan perbuatn yang terpuji. Dari perbuatan yang terpuji ini akan lahirlah keadaan masyarakat yang damai, harmonis, rukun, sejahtera, lahir dan batin yang memungkinkan ia dapat beraktivitas guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.[10]
Dengan demikian dapat di peroleh kesimpulannya bahwa ilmu akhlak bertujuan untuk memberikan pedoman atau penerangan bagi manusia dalam mengetahui perbuatan yang baik atau yang buruk. Terhadap perbuatan yang baik ia berusaha melakukan nya, dan terhadap perbuatan yang buruk ia berusaha untuk menghindarinya.[11] 





2.4 Ciri Perbuatan Akhlak
A.    Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi kepribadiannya.
B.     Perbuatan yang dilakukan dengan mudah tanpa pemikiran, ini tidak berarti bahwa pada saat melakukan sesuatu perbuatan, yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar, hilang ingatan tidur atau gila, pada saat yang bersangkutan melakukan suatu perbuatan ia tetap sehat akal pikirannya dan sadar.
C.     Perbuatan yang timbul yang dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan, pilihan dan keputusan yang bersangkutan.
D.    Perbuatan yang dilakukan  dengan sesungguhnya bukan main-main atau karena bersandiwara.
E.     Perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT, seseorang yang melakukan perbuatan bukan atas dasar karena Allah tidak dapat dikatakan perbuatan akhlak.[12]
















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kata Akhlak atau Khuluq secara kebahasaan berati budi pekerti, adat, kebiasaan, perangai, muru’ah atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi’at. Jadi kesimpulannya adalah obejk dari pembahsan akhlak adalah segala sesauatu yang berkaitan dengan tabiat atau kebiasan manusia yang mana kebiasan tersebut lebih condong kearah mana, apakah kebaikan atau keburukan.



















3.2 Daftar Pustaka
Fauqi hajjaj Muhammad tasawuf islam & akhlak AMZAH 2013 Jakarta
H.Abuddin Nata  Akhlak Tasawuf dan karakter mulia Raja grafindo persada Jakarta 2013
Barmawi umari materi akhlak CV Ramadani 1990 solo


[1] QS Al-Qolam (68):4
[2]  Fauqi hajjaj Muhammad “tasawuf islam & akhlak“  hal 316
[3] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 2
[4] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 3
[5] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 223
[6] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 4
[7] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 7
[8] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 11
[9] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 11
[10] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 12
[11] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 13
[12] H.Abuddin Nata “Akhlak Tasawuf dan karakter mulia“  hal 4-6

Senin, 06 Januari 2014

karya ilmiah manfaat membaca dalam metode belajar



KARYA ILMIAH
MANFAAT MEMBACA DALAM METODE BELAJAR

Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktik
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Guru Mata Pelajaran : Witri Wihanarti, S,Pd.





DI SUSUN OLEH:
MOHAMAD SAYUTI
KELAS: XII IPA

MADRASAH ALIYAH AL-ISHLAH BOBOS
Jl. Raya Imam Bonjol No.89 Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon
2013/2014



KATA  PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan cukup baik, meskipun banyak sekali hambatan dan rintangan yang harus dilalui.
Tidak lupa shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Serta keluarganya, sahabatnya,dan semoga sampai kepada kita umatnya Amin.
Dalam menyelesaikan penelitian ini tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak, karena-Nya lewat tulisan ini penulis berniat mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Nasrudin, MA selaku Kepala Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bobos,
2.      Ujen Zainal muttaqin S.Pd selaku wali kelas XII IPA, dan seluruh dewan guru Madrsah Aliyah Al-Ishlah bobos yang selalu memberi ilmu pengtahuan yang baik serta motivasi-motivasi yang sangat berguna bagi penulis.
3.      Witri Wihanati S.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang dengan sangat sabar dan ikhlas mengajar dan membimbing murid-muridnya.
4.      Ibu dan Ayah tercinta, beliau ini-lah yang senantiasa selalu mendukng anaknya baik secara moril maupun materil
5.      Teman-teman seperjuangan kelas XII IPA angkatan 2014 yang selalu membantu di kala sedih maupun senang
Tidak lupa penulis memohon maaf jika terjadi penulisan kata-kata yang salah dan tidak mengenakan dalam karya tulis ini dan penulis juga berharap mudah-mudahan tulisan ini biasa bermanfaaat.


Cirebon 31 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ……………………………………………………………….
i
Kata Pengantar ……………………………………………………………………
ii
Daftar Isi ……………………………………………………………………………
iii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….
  1. Latar belakang …………………………………………………………….
  2. Rumusan masalah ………………………………………………………….
  3. Manfaat penelitian………………………………………………………….
  4. Tujuan penelitian……………………………………………………………
1
1
2
2
2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………..
  1. Pengertian membaca…………………………………………………………
  2. Jenis atau macam-macam memebaca………………………………………..
  3. Manfaat membaca……………………………………………………………
  4. Pengertian metode…………………………………………………………...
  5. Macam-macam metode belajar………………………………………………
  6. Hubungan metode dengan membaca………………………………………...
  7. Manfaat membaca dalam metode belajar……………………………………
4
4
4
7
8
9
12
13
BAB III METODE PENELITIAN………………………………………………..
  1. Pendekatan penelitian………………………………………………………
  2. Jenis dan sumber data ………………………………………………………
14
14
14
BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN……………………………………….
16
BAB V PENUTUP…………………………………………………………………
17
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..
18
LAMPIRAN .....




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Membaca adalah hal yang perlu di kembangkan dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang statusnya masih sebagai pelajar. perlu kesadaran dari diri sendiri tentang perlunya membaca, manfaat membaca itu sangat besar baik membaca buku atau karangan-karangan, dikarenakan membaca itu erat kaitannya dengan “membuka jendela dunia”, membaca juga berguna untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak. Untuk sekarang membaca adalah kebutuhan bukan lagi kewajiban seperti wahyu pertama Nabi Muhammad SAW surat AL-‘ALAQ ayat 1-5 yang isi perintahnya untuk membaca. Bukan hanya membaca buku, tapi juga membaca semua yang ada disekitar kita baik fisik maupun non fisik.
Sedangkan menurut istilah Membaca adalah Kombinasi dari mengenali simbol dan pola, menghubungkannya dengan suara dan mengumpulkannnya menjadi suku kata sampai akhirnya kita mampu menginterprestasikan arti sebuah kata. Dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses melisankan atau memahami bacaan dari sumber tertulis untuk memperoleh pesan atau gagasan yang ingin disampaikan penulisnya.
Bagi siswa, membaca tidak hanya berperan dalam menguasai bidang studi yang dipelajarinya saja. Namun membaca juga berperan dalam mengetahui berbagai macam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Melalui membaca, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diketahui dan dipahami sebelum dapat diaplikasikan.
Banyak sekali manfaat membaca dalam kehidupan sehari-hari, selain sebagai sumber pengetahuan umum maupn khusus,  membacaca juga sebagai salah satu metode pembelajaran yang baik. Sebenarnya metode dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) ada banyak sekali, tergantung dengan penguasaan teknik dan materi yang akan disampaikan. Namun dalam pembahasan berikut, akan dicontohkan beberapa metode dasar yang bisa digunakan oleh pendidik, baik guru, dosen, turor, ustadz, atau siapa saja yang punya keinginan menyampaikan pengetahuan kepada yang lainnya.
Secara istilah/epistemologi: Metode belajar mengajar dapat diartikan sebagai cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan atau menanamkan pengetahuan kepada subjek didik, murid, atau anak melalui sebuah kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah, rumah, kampus, pondok, dll. Metode yang biasa atau umum digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain berbentuk ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan metode demonstrasi (praktek).
Sedangkan menurut Winamo Surakhmad metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian tujuan. Kadang-kadang metode juga dibedakan dengan teknik. Metode bersifat prosedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif. Maksudnya merupakan pelaksanaan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan
Hubungan antara membaca dan metode adalah: keduanya saling berkaitan dalam proses pembelajaran bagi seorang pelajar atau masyarakat umumnya. Berdasarkan urayai di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian yang berjudul “Manfaat Membaca Dalam Metode Belajar”

B.     Rumusan masalah
1.      Apa itu membaca dan macam-macamnya?
2.      Manfaat membaca itu sendiri?
3.      Apa yang dimaksud metode dan macam-macamnya?
4.      Hubungannya dengan membaca?
5.      Manfaat membaca dalam metode belajar?

C.     Manfaat penelitian
Dengan dilakukanya penelitian ini, peneliti berharap:
1.      Peneliti dapan menambah khazanh ilmu pengtahuannya.
2.      Peneleti dapat memperoleh gabaran yang lebih jelas mengenai manfaat membaca dalam metode belajar.
3.      Hasil penelitian bermanfaat menuntaskan tugas akhir sekolah.
4.      Penelitian dapat memenuhi mata pelajaran Bahasa Indonesia.

D.    Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.      Penelitian dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan.
2.      Penelitian dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai manfaat memebaca dalam metode belajar.
3.      Hasil penelitian bermanfaat menuntaskan tugas akhir sekolah.
4.      Penelitian dapat memenuhi mata pelajaran Bahasa Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian membaca
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) membaca adalah melihat serta memahami isi drari apa yang tertulis dengan melisankan atau dihati. Secara umum membaca adalah tindakan kita memahami sesuatu dengan cara melihat lalu di terjemahkan. Baik yang berupa tulisan maupun apa yang kita lihat dihadapan kita. Sementara dalam arti khusus Membaca adalah Kombinasi dari mengenali simbol dan pola, menghubungkannya dengan suara dan mengumpulkannnya menjadi suku kata sampai akhirnya kita mampu menginterprestasikan arti sebuah kata. Dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses melisankan atau memahami bacaan dari sumber tertulis untuk memperoleh pesan atau gagasan yang ingin disampaikan penulisnya. Membaca mencakup aktifitas pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata biasa berupa aktifitas membaca kata-kata dengan menggunakan kamus.
Pengertian membaca banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Diantaranya adalah:
a.         Menurut Damarjati Supadjar, ”Membaca adalah suatu aktivitas yang membatini suatu hal yang batin " tentunya dalam hal yang luas. Maksud dari lahir di sini adalah benda dalam artian fisik, kongkrit maupun abstrak yang dapat diindra oleh panca indra manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Langsung dalam pengertian melalui penglihatan, perabaan, penciuman, pengecapan, maupun pendengaran. Sedangkan tidak langsung dapat diartikan melalui ciri-ciri suatu benda atau keadaan, ataupun dengan peralatan bantu tertentu tidak berbeda.
b.         Menurut Poerwodarminto ”Membaca adalah melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan tujuan ingin mengetahui isinya”.
c.         Sedangkan menurut Mikkel Birkegaart, ”Membaca adalah Sebuah proses rumit, mulai dari kata di halaman dihadapanmu sampai suara  yang meninggalkan bibirmu”.
d.         Menurut Anderson “Membaca adalah melafalkan lambang-lambang bahasa tulis”
e.         Menurut A.S. Broto “Membaca adalah mengucapkan lambang bunyi”
f.          Menurut Henry Guntur Tarigan “Membaca adalah proses pemerolehan pesan yang disampaikan oleh Oleh seorang penulis melalui tulisan”
g.         Menurut Poerwodarminto “Membaca adalah melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan tujuan Ingin mengetahui isinya”
h.         Menurut Heilman membaca adalah “interaksi dengan bahasa yang sudah dialihkodekan dalam tulisan”. Apabila seseorang dapat  berinteraksi dengan bahasa yang sudah dialihkodekan dalam tulisan orang tersebut dipandang memiliki keterampilan membaca.
i.          Burns, membaca ialah “mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar”.
Jadi kesimpulannya membaca adalah proses memahami bacaan yang dilihat dan dibaca sehingga muncullah interaksi bahasa yang sudah dialihkan kodenya dalam tulisan.

B.     Jenis atau macam –macam membaca
Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya suara pembaca waktu melakukan kegiatan membaca, maka proses membaca dapat dibedakan menjadi :
1.      Membaca nyaring
Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis.
Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah berbagai kemampuan, diantaranya adalah :
§  Menggunakan ucapan yang tepat,
§  Menggunakan frase yang tepat,
§  Menggunakan intonasi suara yang wajar,
§  Dalam posisi sikap yang baik,
§  Menguasai tanda-tanda baca,
§  Membaca dengan terang dan jelas,
§  Membaca dengan penuh perasaan, ekspresif,
§  Membaca dengan tidak terbata-bata,
§  Mengerti serta memahami bahan bacaan yang dibacanya,
§  Kecepatan bergantung pada bahan bacaan yang dibacanya,
§  Membaca dengan tanpa terus-menerus melihat bahan bacaan,
§  Membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri.

2.      Membaca Dalam Hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya.
Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut:
Ø  Membaca tanpa bersuara, tanpa bibir bergerak, tanpa ada desis apapun,
Ø  Membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala,
Ø  Membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring,
Ø  Tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk,
Ø  Mengerti dan memahami bahan bacaan,
Ø  Dituntut kecepatan mata dalam membaca,
Ø  Membaca dengan pemahaman yang baik,
Ø  dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan.
Secara garis besar, membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (I) membaca ekstensif dan (II) membaca intensif. Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut:

I.         Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif adalah membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif meliputi :
1.1  Membaca Survai (Survey Reading)
Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif. Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut:
v  Memeriksa judul bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi dan melihat abstrak (jika ada).
v  Memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada.
v   memeriksa indeks dan apendiks (jika ada).

2.1  Membaca Sekilas
Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat.
Metode yang digunakan dalam melatihkan membaca cepat adalah:
·         Metode kosakata yaitu metode yang berusaha untuk menambah kosakata.
·         Metode motivasi yaitu metode yang berusaha memotivasi pembaca  pemula yang mengalami hambatan.
·         Metode gerak mata; metode yang mengembangkan kecepatan membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata.

Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca:
1.      Vokalisai atau berguman ketika membaca,
2.      Membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara,
3.      Kepala bergerak searah tulisan yang dibaca,
4.      Subvokalisasi yaitu suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita,
5.      Jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca,
6.      Gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya.

Kecepatan membaca untuk siswa SMA/MA adalah 300 kata permenit. Untuk menghitung kecepatan membaca kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
KEM = (SM : 60) x (P1 : 100) kpm
Keteranagn:
KEM   = kemampuan aktif memebaca
KB      = jumlah kata dalam wacana
SM      = jumlalah sekon (detik) dalam membaca
Kmp    = kata permenit

3.1  Membaca Dangkal (Superficial Reading)
Membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.

II.                Membaca Intensif
Membaca intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. Yang termasuk dalam membaca intensif adalah:

1.2  Membaca Telaah Isi:
a.       Membaca Teliti
Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
b.      Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), dan pola-pola fiksi (patterns of fiction).
c.       Membaca Kritis
Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijakasana, mendalam, evaluatif, dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna baris-baris, makna antar baris, maupun makna balik baris.
d.      Membaca Ide
Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
e.       Membaca Kreatif
Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari.

2.2  Membaca Telaah Bahasa:
a.       Membaca Bahasa (Foreign Language Reading)
Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary)
b.      Membaca Sastra (Literary Reading)
Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra.

C.    Manfaat membaca
Manfaat membaca adalah untuk menambah wawasan dan melatih kerja otak untuk mendapatkan benang merah dari suatu permasalahan,menurut para ahli psikologi manfaat membaca selain memperluas akses pengetahuan juga menambah kreatifitas kerja otak,karna setiap kita membaca ada ilmu baru yang didapatkan,otomatis menambah perbendaharaan ilmu di otak kita jadi makin kreatif. Dan secara garis bersar menfaat membaca adalah “kunci untuk memebuka pengetahuan”. (Nasrudin M.A)
Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai manfaat membaca diantaranya:
1.      Menurut Jordan E. Ayan tentang manfaat membaca buku adalah untuk memicu daya kreativitas. Berikut diuraikan, secara menarik, oleh Jordan E. Ayan :
“Di sepanjang hampir seluruh jenjang pendidikan, kita diajari membaca terutama untuk mencari informasi, bukan untuk memahami bahwa membaca berpengaruh positif terhadap kreativitas. Kita banyak diajari ‘cara ampuh untuk membaca bukan keampuhan membaca”
.
2.      Pada 1851, ahli filsafat Jerman, Arthur Schopenhauer menulis, “Membaca setara dengan pikiran menggunakan pikiran orang lain, bukan pikiran sendiri.” Dengan membaca, kita mampu menyelami pikiran orang lain dan menambahkan pemikiran serta pengalaman orang lain ke dalam pemikiran dan pengalaman kita.
Jadi dapat disimpulkan bawa manfaat dari membaca adalah:
1.       Memperluas wawasan.
2.       Membantu melihat sudut pandang yang berbeda.
3.       Membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman.
4.       Membuat ide Anda melimpah.
5.       Menjadikan otak dan pikiran Anda aktif.
6.       Merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja.
7.       Membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur.
8.       Memperkaya kosa kata, pilihan kalimat, dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis.
9.       Membuat Anda mampu menganalisa, menghubungkan informasi yang terserak, dan melihat benang merah dari sebuah persoalan.

D.    Pengertian Metode
Dalam arti umum metode berarti cara atau jalan yang dilalui. Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti ‘melalui’ dan hodos berarti ‘jalan’ atau ‘jalan’. Dengan demikian metode dapat berarti “cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan”. Ada juga yang mengartikan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut. Singkatnya metode adalah jalan untuk mencapai tujuan. Adapun kata ‘metodologi’ berasal dari kata ‘metoda’ dan ‘logi’. Logi berasal dari bahasa Yunani logos yang berarti akal atau ilmu. Jadi metodologi artinya ilmu tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai suatu ilmu, metodologi merupakan bagian dari perangkat disiplin keilmuan yang menjadi induknya. Hampir semua ilmu pengetahuan mempunyai metodologi tersendiri. Oleh karena itu ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga memiliki metodologi yaitu metodologi pendidikan.

E.     Macam-macam metode belajar
Ada banyak sekali metode dalam belajar diantaranya:
a)      Metode ceramah
Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seorang guru terhadap kelasnya. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan urainnya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti gambar- gambar dan yang paling utama adalah bahasa lisan. Metode ceramah adalah metode mengajar yang sampai saat ini masih mendominasi atau paling banyak di gunakan guru dalam dunia pendidikan.
b)      Metode tanya jawab
Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya. Metode ini banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Dan metode ini merupakan salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan- kekurangan pada metode ceramah, dikarenakan apabila suatu penjelasan guru yang belum dimengerti, maka siswa/anak didik dapat langsung menanyakan pada guru.
c)      Metode diskusi
Muhibbin Syah mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation). Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Guru, peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.
d)     Metode pemberian tugas belajar (resitasi)
Metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar di mana guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada murid untuk maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan apa yang diajarkan guru. Dalam pendidikan agama sering digunakan metode ini terutama dalam hal yang bersifat praktis, sehingga siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang materi pelajaran yang telah diterimanya.
e)      Metode demontrasi dan eksperimen
Metode Demostrasi atau praktik adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Metode ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses yang bersifat praktis, misalnya: Bagaimana cara yang benar dalam melaksanakan ibadah sholat, baik cara memulai, mengerjakan maupun cara mengakhiri shalat serta apa saja yang disunnahkan dan membatalkannya.
f)       Metode sosiodrama dan bermain peran
Metode ini menampilkan symbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya. Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.
g)      Metode karyawisata
Menurut Djamarah pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang. Metode karyawisata adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk mengunjungi obyek-obyek dalam rangka untuk menambah dan memperluas wawasan obyek yang dipelajari tersebut ( sesuai dengan bidangnya). Misalnya untuk pelajaran pendidikan geografi siswa dapat diajak ke obyek pemukiman transmigrasi atau obyek morfologi. Untuk pelajaran pendidikan sejarah, siswa dapat diajak ke situs sejarah. Untuk pelajaran pendidikan ekonomi siswa dapat diajak mengunjungi pabrik, atau obyek kegiatan ekonomi.
h)      Metode Test
Ialah metode mengajar dengan jalan memberikan tes kepada anak–anak untuk mengetahuikemampuan anak dalam suatu kegiatan pelajaran. Biasanya dilakukan setelah sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada anak-anak tes disusun dengan bentuk tes objektif, tes diberikan kepada semua anak dengan bahan yang sama.
i)        Metode Drill
Metode mengajar dengan mempergunakan latihan-latihan secara intensif dan berulang- ulang adalah memberikan latihan tertulis kepada anak karena bahan pelajaran baru sedikit sedang waktu ujian semakin mendekat.
j)        Metode Infiltrasi
Metode ini disebut juga metode susupan, selipan maksudnya antipati atau jiwa ajaran tertentu diselipkan atau diselundupkan kedalam sesuatu. Mata pelajaran pada waktu guru menerangkan pelajaran tersebut misalkan jiwa agama kita selipkan pada waktu mengajar umum.
k)      Metode Gotong Royong
Metode gotong royong ialah metode yang dilakukan dengan bekerja sama antara beberapa orang anak untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Metode ini disebut juga metode kelompok atau metode berregu dan metode kelompoknya disebut studi club, studi grup.
l)        Metode Survey
Metode yang dilakukan dengan mengadakan penelitian suatu masalah dengan mengmpulkan data-data yang diperlukan dan langsung terjun kemasyarakat.
m)    Metode Wawancara
Metode yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab atau wawancara antara kedua pihak yang langsung berhadapan muka.
n)      Metode Problem Solving
Metode yang digunakan dengan cara langsung menghadapi masalah mengetahui dengan sejelas-jelasnya dan menemukan kesukaran- kesukarannya sehingga dapat dipecahkan.
o)      Metode Proyek
Prinsipnya usaha dengan metode problem solving hanya lebih kompleks sebab dilakukan dengan metode survey, wawancara, metode kelompok. Satu kelompok dibagibagi dalam beberapa unit.
p)      Metode Dikte
Metode yang dilakukan dengan jalan mendekte pelajaran (kuliah) untuk dicatat oleh murid, metode ini lazim dipaki perguruan tinggi.

F.     Hubungan metode dengan membaca
Hubungan antara metode dan membaca keduanya saling berkaitan satu sama lain. Keduanya tidak bisa di pisahkan dan saling memberi manfaat satu sama lain. Dan membaca itu sendiri adalah isi dari metode tersebut terutama dalam metode pembelajaran bagi guru kepada muridnya yang terjadi disekolah maupun diluar sekolah. Dan dalam metode mengajar juga harus diperhatikan beberapa aspek berikut, seperti:
a.       Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motifasi, minat, atau gairah belajar siswa. Terutama dalam minat minat membaca, karena membaca itu adalah salah satu cara belajar yang mudah
b.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya, misalnya dalam  pembuatan karya tulis atau yang lainnya.
c.       Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa. Seperti metode ekstrakulikuler yang berfungsi mengembangkan potensi atau bakat siswa
d.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat meransang keinginan siswa untuk dapat belajar lebih lanjut untuk melakukan eksplorasi dan inovasi (pembangunan). Seperti dalam kegiatan praktikum dan sebagainya.
e.       Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi, salah satunya yaitu dengan meningkatkan minat membaca, baik buku ataupun yang ada di sekitar kita.
f.       Metode mengajar yang dipergunakan dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan pengalaman atau stuasi yang nyata dan bertujan yang menumbuhkan motivasi belajar bagi siswanya.
g.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari- hari.
Dari beberapa pernyataan diatas yang menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode belajar dapat kita simpulkan bahwa erat kaitannya antara metode belajar dengan membaca. Sebab dalam kehidupan sehari-hari membaca dan metode itu sendiri sudah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

G.    Manfaat membaca dalam metode belajar
Sebenarnya manfaat menbaca dalam metode belajar itu sudah sangat jelas dikarnakan membaca itu bukan sebagai metode tapi sudah menjadi bagian dari setiap jenis-jenis metode belajar. Maksudnya ialah membaca itu sudah pasti ada dalam setiap metode (cara) disetiap pembelajaran, namun dengan tujuan yang tepat seperti:
a.       Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta.
b.      Membaca untuk memperoleh ide-ide utama.
c.       Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan (organisasi cerita).
d.      Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi.
e.       Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan.
f.       Membaca untuk menilai atau mengevaluasi.
g.      Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan.
Akan tetapi jika dikaitkan dengan proses belajar membaca memiliki banyak sekali menfaatnya, seperti:
  • Memudahkan proses pembelajaran.
  • Memudahkan mengambil kesimpulan dalam belajar.
  • Menambah wawasan.
  • Meningkatkan daya ingat dan membuat siswa makin kreatif
Dari beberapa contoh manfaat membaca dalam belajar diatas dapat kita simpulkan bahwa manfaat membaca dalam belajar itu sangatlah banyak. .
Namun sayangnya di Indonesia kecenderungan untuk budaya membaca masi sangat rendash. Ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan minat membaca mesyarakat Indonesia hanya 23,5 persen


BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Pendekatan Penelitian
Dalam hal ini penulis melakukan pendekatan secar langsung dan tidak langsung. Secara langsung dengan menggunakan wawancara dan penbagian koesioner yang dibagikan kepada beberapa siswa dan guru di MA AL-ISHLAH desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, sedangkan pendekatan tidak langsung melalui pengambilan materi dari berbagai buku.

B.     Jenis Dan Sumber Data
1.      Jenis Data
a.      Data Primer
Data primer adalah data yang diambil langsung dari lapangan seperti dari sumber informasi atau sempellangsung dari nara sunber.
b.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diambil dari sumber bacaa seperti buku, surat kabar atau yang lainnya.

2.      Sumber Data
Penulis mendapatkan sumbet data dari wawancara, kuesioner dan pengambilan materi dari berbagai buku.
a.       Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih yang diarahkan kemasalah tertentu secara lisan melalui tanya jawab.
Pengambilan data dari wawancara yaitu melibatkan beberapa guru dan murid di MA AL-ISHLAH. Dengan kesimpulan bahwa metode belajar yang baik yaitu:
·         Uswah atau teladan yang baik.
·         Pembiasaan salah satunya adalah membaca.
·         Pembelajaran efektiv melalui membaca.
·         Belajar dan diamalkan.
·         Belajar menggunakan seluruh tubuh.

b.      Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diajukan secara langsung kepada subjek.
Kuesioner dibagikan kepada siswa dan guru di MA AL-ISHLAH yang berjumlah 30 kuesioner, yang menghasilkan:

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

Ragu-ragu

1
Apakah anda hoby/ suka membaca?
59%
9%
32%
2
Dalam waktu sehari apakah anda banyak menghabiskan banyak waktu untuk membaca?
9%
50%
41%
3
Apakah anda sering membaca tentang bacaan umum seperti koran, majalah, novel, cerpen.  atau yang lainnya?
81%
0%
19%
4
Apakah anda sering memebaca tentang bacaan yang termasuk kedalam bacaan pelajaran sekolah?
59%
9%
32%
5
Apakah anda sudah merasakan dampak positif dari bacaan yang anda baca?
95%
0%
5%
6
Apakah anda tahu tentang metode belajar?
45%
0%
55%
7
Menurut anda apakah membaca termasuk kedalam metode membaca?
95%
5%
0%
8
Apakah anda setuju dengan metode belajar yang  sekarang dipakei di Indonesia sekarang?
22%
27%
51%


BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN

1.      Penelitian ini menggunakan tektin wawancara, kuesioner dan pengambilan materi dari beberapa buku. Wawancara dan kuesioner dilakukan di MA AL-ISHLAH Bobos, Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, sedangkan pengambilan materi diambil dari buku-buku yang terpercaya
2.      Analisis Data
Setelah data diperoleh dari wawancara, kuesioner dan pengambilan dari buku kemudian data dianalisis dengan cara
a.       Membuat rincian
Yaitu dengan membuat rincian dari hasil wawancara  dan kuesioner menjadi data yang akurat.
b.      Menfsirkan data
Yaitu hasil dari data yang sudah dirincikan kemudian ditafsirkan menjadi data yang spesifik.
c.       Membuat kesimpulan
Yaitu setelah mendapat hasil data yang akurat dan spesifik data tersebut disimpulkan sesuai dengaan hasil wawancara dan kuesioner.
3.      Tahap penelitian
a.       Tahap persiapan
Persiapan dilakukan dengan menyediakan alat-alat tulis dan pertanyaan yang akan di ajukan kepada subjek.
b.      Tahap pelaksanaan.
Tahap ini yaitu melaksanakan pendataan dan kemudian mengajukan pertanyaan.


BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut dapat kita simpulkan bahwa membaca itu memiliki banyak sekali manfaat terutama dalam proses belajar mengajar. akan tetapi membaca itu bukan termasuk kedalam metode belajar melainkan bagian dari proses belajar.

B.     SARAN
Setelah penulis memberikan kesimpulan di atas penulis ingin memberikan saran:
1.      Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk belajar karena belajar itu bukan hanya di sekolah saja tetapi dimanapun dan kapanpun.
2.      Budayakanlah hobi membaca karena membaca itu adalah cara paling mudah mendapat informasi.
3.      Janagn siasiakan waktu untuk belajar dan rajin memebaca.


DAFTAR PUSTAKA
·         Budimansyah damsim 2003, model pembelajaran berbasis portofolio biologo, Bandung GENESINDO
·         Syamsudin DKK, 2004 kompetisi berbahasa dan sastra Indonesia jilid 1B. Solo :PT Riya serangkai pustaka mandiri
·         Syamsudin DKK, 2007 kompetisi berbahasa dan sastra Indonesia 1. Solo :PT wangsa jatra lestari
·         Susilama rudi 2007. Media pembelajaran, Bandung CV wacana prima
·         Suharsono ; mencerdikan anak, Jakarta: Inisiasi press, 2004
·         Fry. Ron ; Belajar lebih cerdas, bukan lebih keras, Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer, 2008
·         Hernowo; 2005. Quantum Reading; cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang
munculnya potensi membaca. Bandung: Mizan Learning C
·         Ahmadi Abu H. Drs, (2005) Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Armico.
·         Depag RI, Stategi Belajar Mengajar , Dirjen Bimbingan Islam, Jakarta. 1994 hal 139
·         Mansyur. H. Drs, (1991), Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Universitas Terbuka
·         Sanjaya Wina, Dr. (2006) Strategi Pembelajaran, Jakarta: Kencana
·         Sudirman, N, Drs, dkk, Ilmu Pendidikan, Rosdakarya, Bandung:Rosdakarya 1991), hal.119
·         Nasution, S, (1989), Kurikulum dan Pengajaran, Bandung: Bina Aksara.
·         Zakiah Daradjat, Metode Khusus Pengajaran Agama Islam,( Jakarta: Bumi Aksara,1995), hal. 298