KARYA ILMIAH
MANFAAT
MEMBACA DALAM METODE
BELAJAR
Di
Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktik
Mata
Pelajaran Bahasa
Indonesia
Guru
Mata Pelajaran : Witri Wihanarti, S,Pd.
DI
SUSUN OLEH:
MOHAMAD
SAYUTI
KELAS:
XII IPA
MADRASAH
ALIYAH AL-ISHLAH
BOBOS
Jl.
Raya Imam Bonjol No.89
Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon
2013/2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan cukup baik, meskipun banyak sekali hambatan dan rintangan
yang harus dilalui.
Tidak lupa shalawat
serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW. Serta keluarganya, sahabatnya,dan semoga sampai kepada kita umatnya Amin.
Dalam menyelesaikan penelitian ini tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak,
karena-Nya lewat tulisan ini penulis berniat mengucapkan terimakasih kepada:
1.
Nasrudin, MA selaku Kepala Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bobos,
2.
Ujen Zainal muttaqin S.Pd selaku wali kelas XII IPA, dan seluruh dewan guru Madrsah Aliyah
Al-Ishlah bobos
yang selalu memberi ilmu pengtahuan yang baik serta motivasi-motivasi yang
sangat berguna bagi penulis.
3.
Witri
Wihanati S.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia,
yang dengan sangat sabar dan ikhlas mengajar dan membimbing murid-muridnya.
4. Ibu dan Ayah tercinta, beliau ini-lah yang senantiasa selalu mendukng anaknya baik secara moril maupun
materil
5. Teman-teman seperjuangan kelas XII IPA angkatan 2014 yang selalu membantu di kala sedih maupun senang
Tidak lupa penulis memohon maaf jika terjadi penulisan kata-kata yang salah dan tidak mengenakan
dalam karya tulis ini dan penulis juga berharap mudah-mudahan tulisan ini biasa bermanfaaat.
Cirebon 31
Desember
2013
Penulis
DAFTAR
ISI
Lembar
Pengesahan ……………………………………………………………….
|
i
|
Kata
Pengantar ……………………………………………………………………
|
ii
|
Daftar
Isi ……………………………………………………………………………
|
iii
|
BAB
I PENDAHULUAN………………………………………………………….
- Latar belakang
…………………………………………………………….
- Rumusan
masalah ………………………………………………………….
- Manfaat
penelitian………………………………………………………….
- Tujuan
penelitian……………………………………………………………
|
1
1
2
2
2
|
BAB
II PEMBAHASAN…………………………………………………………..
- Pengertian
membaca…………………………………………………………
- Jenis
atau macam-macam memebaca………………………………………..
- Manfaat
membaca……………………………………………………………
- Pengertian
metode…………………………………………………………...
- Macam-macam
metode belajar………………………………………………
- Hubungan
metode dengan membaca………………………………………...
- Manfaat
membaca dalam metode belajar……………………………………
|
4
4
4
7
8
9
12
13
|
BAB
III METODE PENELITIAN………………………………………………..
- Pendekatan
penelitian………………………………………………………
- Jenis
dan sumber data ………………………………………………………
|
14
14
14
|
BAB
IV PELAKSANAAN PENELITIAN……………………………………….
|
16
|
BAB
V PENUTUP…………………………………………………………………
|
17
|
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………..
|
18
|
LAMPIRAN .....
|
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membaca adalah hal yang
perlu di kembangkan dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang statusnya
masih sebagai pelajar. perlu
kesadaran dari diri sendiri tentang perlunya membaca, manfaat membaca itu sangat besar baik membaca buku atau karangan-karangan, dikarenakan membaca itu
erat kaitannya dengan “membuka jendela dunia”, membaca juga berguna untuk
menumbuhkan saraf-saraf baru di otak. Untuk sekarang membaca
adalah kebutuhan bukan lagi kewajiban seperti wahyu pertama Nabi Muhammad SAW
surat AL-‘ALAQ ayat 1-5 yang isi perintahnya untuk membaca. Bukan hanya membaca
buku, tapi juga membaca semua yang ada disekitar kita baik fisik maupun non
fisik.
Sedangkan menurut istilah
Membaca adalah Kombinasi dari
mengenali simbol dan pola, menghubungkannya dengan suara dan mengumpulkannnya
menjadi suku kata sampai akhirnya kita mampu menginterprestasikan arti sebuah
kata. Dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses melisankan atau memahami
bacaan dari sumber tertulis untuk memperoleh pesan atau gagasan yang ingin
disampaikan penulisnya.
Bagi siswa, membaca
tidak hanya berperan dalam menguasai bidang studi yang dipelajarinya saja.
Namun membaca juga berperan dalam mengetahui berbagai macam kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Melalui membaca, kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi dapat diketahui dan dipahami sebelum dapat
diaplikasikan.
Banyak sekali manfaat
membaca dalam kehidupan sehari-hari, selain sebagai sumber pengetahuan umum
maupn khusus, membacaca juga sebagai
salah satu metode pembelajaran yang baik. Sebenarnya metode dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) ada
banyak sekali, tergantung dengan penguasaan teknik dan materi yang akan
disampaikan. Namun dalam pembahasan berikut, akan dicontohkan beberapa metode
dasar yang bisa digunakan oleh pendidik, baik guru, dosen, turor, ustadz, atau
siapa saja yang punya keinginan menyampaikan pengetahuan kepada yang lainnya.
Secara istilah/epistemologi: Metode belajar mengajar dapat
diartikan sebagai cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan atau menanamkan
pengetahuan kepada subjek didik, murid, atau anak melalui sebuah kegiatan
belajar mengajar, baik di sekolah, rumah, kampus, pondok, dll. Metode yang
biasa atau umum digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain berbentuk
ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan metode demonstrasi (praktek).
Sedangkan
menurut Winamo Surakhmad metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan
alat untuk mencapai suatu
tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode
mengajar) maupun bagi siswa (metode
belajar). Makin baik metode yang dipakai,
makin efektif pula pencapaian tujuan. Kadang-kadang metode juga dibedakan
dengan teknik. Metode bersifat prosedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif. Maksudnya merupakan pelaksanaan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk
mencapai tujuan
Hubungan antara membaca dan metode adalah: keduanya saling
berkaitan dalam proses pembelajaran bagi seorang pelajar atau masyarakat
umumnya. Berdasarkan urayai di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian
yang berjudul “Manfaat Membaca Dalam Metode Belajar”
B. Rumusan masalah
1. Apa itu membaca
dan macam-macamnya?
2. Manfaat
membaca itu sendiri?
3. Apa
yang dimaksud metode dan macam-macamnya?
4. Hubungannya
dengan membaca?
5. Manfaat
membaca dalam metode belajar?
C. Manfaat
penelitian
Dengan dilakukanya penelitian ini,
peneliti berharap:
1.
Peneliti dapan menambah khazanh ilmu
pengtahuannya.
2.
Peneleti dapat memperoleh gabaran yang
lebih jelas mengenai manfaat membaca dalam metode belajar.
3.
Hasil penelitian bermanfaat menuntaskan
tugas akhir sekolah.
4.
Penelitian dapat memenuhi mata pelajaran
Bahasa Indonesia.
D. Tujuan
penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Penelitian
dapat menambah khazanah
ilmu pengetahuan.
2. Penelitian
dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai manfaat memebaca dalam metode belajar.
3. Hasil
penelitian bermanfaat menuntaskan tugas akhir sekolah.
4. Penelitian
dapat memenuhi mata pelajaran Bahasa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
membaca
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) membaca adalah melihat serta
memahami isi drari apa yang tertulis dengan melisankan atau dihati. Secara umum membaca adalah tindakan kita memahami sesuatu
dengan cara melihat lalu di terjemahkan. Baik yang berupa tulisan maupun apa
yang kita lihat dihadapan kita. Sementara dalam
arti khusus Membaca
adalah Kombinasi dari mengenali simbol dan pola, menghubungkannya dengan suara
dan mengumpulkannnya menjadi suku kata sampai akhirnya kita mampu
menginterprestasikan arti sebuah kata. Dapat disimpulkan bahwa membaca adalah
proses melisankan atau memahami bacaan dari sumber tertulis untuk memperoleh
pesan atau gagasan yang ingin disampaikan penulisnya. Membaca mencakup
aktifitas pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi, membaca kritis,
dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata biasa berupa aktifitas membaca kata-kata
dengan menggunakan kamus.
Pengertian
membaca banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Diantaranya adalah:
a.
Menurut
Damarjati Supadjar, ”Membaca adalah suatu aktivitas yang membatini suatu hal
yang batin "
tentunya dalam hal yang luas. Maksud dari lahir di sini adalah benda dalam
artian fisik, kongkrit maupun abstrak yang dapat diindra oleh panca indra
manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Langsung dalam pengertian
melalui penglihatan, perabaan, penciuman, pengecapan, maupun pendengaran.
Sedangkan tidak langsung dapat diartikan melalui ciri-ciri suatu benda atau
keadaan, ataupun dengan peralatan bantu tertentu tidak berbeda.
b.
Menurut
Poerwodarminto ”Membaca adalah melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan
tujuan ingin mengetahui isinya”.
c.
Sedangkan
menurut Mikkel Birkegaart, ”Membaca adalah Sebuah proses rumit, mulai dari kata
di halaman dihadapanmu sampai suara yang meninggalkan bibirmu”.
d.
Menurut
Anderson “Membaca adalah melafalkan lambang-lambang bahasa tulis”
e.
Menurut
A.S. Broto “Membaca adalah mengucapkan lambang bunyi”
f.
Menurut
Henry Guntur Tarigan “Membaca adalah proses pemerolehan pesan yang disampaikan
oleh Oleh seorang penulis melalui tulisan”
g.
Menurut
Poerwodarminto “Membaca adalah melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan
tujuan Ingin mengetahui isinya”
h.
Menurut
Heilman membaca adalah “interaksi dengan bahasa yang sudah dialihkodekan dalam
tulisan”. Apabila seseorang dapat berinteraksi dengan bahasa yang sudah
dialihkodekan dalam tulisan orang tersebut dipandang memiliki keterampilan
membaca.
i.
Burns,
membaca ialah “mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang
vital dalam suatu masyarakat terpelajar”.
Jadi kesimpulannya membaca adalah
proses memahami bacaan yang dilihat dan dibaca sehingga muncullah interaksi
bahasa yang sudah dialihkan kodenya dalam tulisan.
B.
Jenis atau macam –macam membaca
Ditinjau dari segi terdengar atau
tidaknya suara pembaca waktu melakukan kegiatan membaca, maka proses membaca
dapat dibedakan menjadi :
1. Membaca nyaring
Membaca nyaring adalah kegiatan membaca
dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat
agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh
penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis.
Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah
berbagai kemampuan, diantaranya adalah :
§ Menggunakan
ucapan yang tepat,
§ Menggunakan frase yang
tepat,
§ Menggunakan intonasi suara
yang wajar,
§ Dalam posisi sikap
yang baik,
§ Menguasai tanda-tanda
baca,
§ Membaca dengan terang
dan jelas,
§ Membaca dengan
penuh perasaan, ekspresif,
§ Membaca dengan
tidak terbata-bata,
§ Mengerti serta memahami bahan
bacaan yang dibacanya,
§ Kecepatan bergantung pada
bahan bacaan yang dibacanya,
§ Membaca dengan tanpa
terus-menerus melihat bahan bacaan,
§ Membaca dengan penuh kepercayaan
pada diri sendiri.
2. Membaca Dalam
Hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan
membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya.
Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara
lain sebagai berikut:
Ø Membaca tanpa bersuara,
tanpa bibir bergerak, tanpa ada desis apapun,
Ø Membaca tanpa ada
gerakan-gerakan kepala,
Ø Membaca lebih cepat
dibandingkan dengan membaca nyaring,
Ø Tanpa menggunakan
jari atau alat lain sebagai penunjuk,
Ø Mengerti dan memahami
bahan bacaan,
Ø Dituntut kecepatan mata
dalam membaca,
Ø Membaca dengan
pemahaman yang baik,
Ø dapat
menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan.
Secara garis besar, membaca dalam hati dapat dibedakan
menjadi dua (I)
membaca
ekstensif dan (II) membaca intensif. Berikut penjelasan secara rinci kedua
jenis membaca tersebut:
I.
Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif
adalah membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu
yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif meliputi :
1.1 Membaca Survai
(Survey Reading)
Membaca survai adalah kegiatan membaca
untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih
mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca
ekstensif.
Yang dilakukan
seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut:
v Memeriksa judul
bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi dan melihat abstrak (jika ada).
v Memeriksa bagian terahkir
dari isi (kesimpulan) jika ada.
v memeriksa indeks dan apendiks (jika ada).
2.1 Membaca Sekilas
Membaca sekilas atau membaca cepat
adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat
dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan
informasi secara cepat.
Metode yang digunakan dalam melatihkan membaca cepat
adalah:
·
Metode kosakata yaitu metode yang
berusaha untuk menambah
kosakata.
·
Metode motivasi yaitu metode yang
berusaha memotivasi
pembaca
pemula yang mengalami hambatan.
·
Metode gerak mata; metode yang
mengembangkan kecepatan membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata.
Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca:
1. Vokalisai atau berguman
ketika membaca,
2. Membaca dengan
menggerakan bibir tetapi tidak bersuara,
3. Kepala bergerak searah
tulisan yang dibaca,
4. Subvokalisasi yaitu suara yang
biasa ikut membaca di dalam pikiran kita,
5. Jari tangan
selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca,
6. Gerakan mata kembali
pada kata-kata sebelumnya.
Kecepatan
membaca untuk siswa SMA/MA adalah 300 kata permenit. Untuk menghitung kecepatan
membaca kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
KEM
= (SM : 60) x (P1 : 100) kpm
Keteranagn:
KEM = kemampuan aktif memebaca
KB = jumlah kata dalam wacana
SM = jumlalah sekon (detik) dalam membaca
Kmp = kata permenit
3.1 Membaca Dangkal
(Superficial Reading)
Membaca dangkal pada
hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat
luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya
dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang
mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.
II.
Membaca Intensif
Membaca intensif atau
intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa
yang seharusnya kita kuasai. Yang termasuk dalam membaca intensif adalah:
1.2 Membaca Telaah
Isi:
a. Membaca Teliti
Membaca jenis
ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu
membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
b. Membaca
Pemahaman
Membaca
pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan
untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary
standards), resensi kritis (critical review), dan pola-pola fiksi (patterns of
fiction).
c. Membaca Kritis
Membaca kritis
adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijakasana, mendalam, evaluatif,
dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna baris-baris,
makna antar baris, maupun makna balik baris.
d. Membaca Ide
Membaca ide
adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta
memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
e. Membaca Kreatif
Membaca kreatif
adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat, makna
antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk
kehidupan sehari-hari.
2.2 Membaca Telaah
Bahasa:
a. Membaca Bahasa
(Foreign Language Reading)
Tujuan utama
membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan
mengembangkan kosakata (developing vocabulary)
b. Membaca Sastra
(Literary Reading)
Dalam membaca
sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya
sastra. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa
dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat
membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra.
C.
Manfaat membaca
Manfaat membaca adalah untuk menambah wawasan dan melatih
kerja otak untuk mendapatkan benang merah dari suatu permasalahan,menurut para
ahli psikologi manfaat membaca selain memperluas akses pengetahuan juga
menambah kreatifitas kerja otak,karna setiap kita membaca ada ilmu baru yang
didapatkan,otomatis menambah perbendaharaan ilmu di otak kita jadi makin
kreatif. Dan secara garis bersar menfaat membaca adalah “kunci untuk memebuka
pengetahuan”. (Nasrudin M.A)
Para ahli mengemukakan pendapatnya
mengenai manfaat membaca diantaranya:
1. Menurut Jordan E. Ayan tentang
manfaat membaca buku adalah untuk memicu daya kreativitas. Berikut diuraikan,
secara menarik, oleh Jordan E. Ayan :
“Di sepanjang hampir seluruh jenjang pendidikan, kita diajari membaca terutama
untuk mencari informasi, bukan untuk memahami bahwa membaca berpengaruh positif
terhadap kreativitas. Kita banyak diajari ‘cara ampuh untuk membaca bukan
keampuhan membaca”.
2. Pada 1851, ahli filsafat Jerman,
Arthur Schopenhauer menulis, “Membaca setara dengan pikiran menggunakan pikiran
orang lain, bukan pikiran sendiri.” Dengan membaca, kita mampu menyelami
pikiran orang lain dan menambahkan pemikiran serta pengalaman orang lain ke
dalam pemikiran dan pengalaman kita.
Jadi dapat disimpulkan bawa manfaat
dari membaca adalah:
1. Memperluas wawasan.
2. Membantu melihat sudut pandang yang
berbeda.
3. Membantu Anda belajar teknik menulis
yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman.
4. Membuat ide Anda melimpah.
5. Menjadikan otak dan pikiran Anda
aktif.
6. Merangsang terbentuknya informasi
baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja.
7. Membuat jalan pikiran Anda menjadi
lebih lentur.
8. Memperkaya kosa kata, pilihan
kalimat, dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis.
9. Membuat Anda mampu menganalisa,
menghubungkan informasi yang terserak, dan melihat benang merah dari sebuah
persoalan.
D.
Pengertian Metode
Dalam arti umum metode berarti cara atau jalan yang dilalui.
Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata, yaitu meta dan hodos. Meta
berarti ‘melalui’ dan hodos berarti ‘jalan’ atau ‘jalan’. Dengan demikian
metode dapat berarti “cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu
tujuan”.
Ada juga yang mengartikan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan,
menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut.
Singkatnya metode adalah jalan untuk mencapai tujuan. Adapun kata ‘metodologi’
berasal dari kata ‘metoda’ dan ‘logi’. Logi berasal dari bahasa Yunani logos
yang berarti akal atau ilmu. Jadi metodologi artinya ilmu tentang jalan atau
cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai suatu ilmu,
metodologi merupakan bagian dari perangkat disiplin keilmuan yang menjadi
induknya. Hampir semua ilmu pengetahuan mempunyai metodologi tersendiri. Oleh
karena itu ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga memiliki
metodologi yaitu metodologi pendidikan.
E.
Macam-macam metode belajar
Ada
banyak sekali metode dalam belajar diantaranya:
a) Metode ceramah
Metode ceramah adalah sebuah bentuk
interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seorang guru
terhadap kelasnya. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan urainnya, guru
dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti gambar- gambar dan yang paling utama
adalah bahasa lisan. Metode ceramah adalah metode mengajar yang sampai saat ini
masih mendominasi atau paling banyak di gunakan guru dalam dunia pendidikan.
b) Metode tanya jawab
Metode tanya jawab ialah cara
penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari
guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya. Metode ini banyak digunakan dalam
proses belajar mengajar, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun
sekolah. Dan metode ini merupakan salah satu teknik mengajar yang dapat
membantu kekurangan- kekurangan pada metode ceramah, dikarenakan apabila suatu
penjelasan guru yang belum dimengerti, maka siswa/anak didik dapat langsung
menanyakan pada guru.
c) Metode diskusi
Muhibbin Syah mendefinisikan bahwa
metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan
memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai
diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation).
Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar
yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif
pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Guru, peserta didik
atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang
dibicarakan dalam diskusi.
d) Metode pemberian tugas belajar
(resitasi)
Metode pemberian tugas adalah suatu
cara dalam proses belajar mengajar di mana guru memberi tugas tertentu dan
murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada
guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada murid untuk maju ke depan kelas
untuk mendemonstrasikan apa yang diajarkan guru. Dalam pendidikan agama sering
digunakan metode ini terutama dalam hal yang bersifat praktis, sehingga siswa
mempunyai gambaran yang jelas tentang materi pelajaran yang telah diterimanya.
e) Metode demontrasi dan eksperimen
Metode Demostrasi atau praktik
adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian
atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Metode
ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang
berhubungan dengan proses yang bersifat praktis, misalnya: Bagaimana cara yang
benar dalam melaksanakan ibadah sholat, baik cara memulai, mengerjakan maupun
cara mengakhiri shalat serta apa saja yang disunnahkan dan membatalkannya.
f) Metode sosiodrama dan bermain peran
Metode ini menampilkan symbol-simbol
atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya.
Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan
dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa
atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran
masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama
mereka.
g) Metode karyawisata
Menurut Djamarah pada saat belajar
mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu
atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau
memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan
teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan
mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk
mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah
yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study
tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula
yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang. Metode karyawisata adalah
metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk mengunjungi obyek-obyek dalam
rangka untuk menambah dan memperluas wawasan obyek yang dipelajari tersebut (
sesuai dengan bidangnya). Misalnya untuk pelajaran pendidikan geografi siswa
dapat diajak ke obyek pemukiman transmigrasi atau obyek morfologi. Untuk
pelajaran pendidikan sejarah, siswa dapat diajak ke situs sejarah. Untuk
pelajaran pendidikan ekonomi siswa dapat diajak mengunjungi pabrik, atau obyek kegiatan
ekonomi.
h) Metode Test
Ialah metode mengajar dengan jalan
memberikan tes kepada anak–anak untuk mengetahuikemampuan anak dalam suatu
kegiatan pelajaran. Biasanya dilakukan setelah sesuatu bahan pelajaran
diberikan kepada anak-anak tes disusun dengan bentuk tes objektif, tes
diberikan kepada semua anak dengan bahan yang sama.
i)
Metode
Drill
Metode mengajar dengan mempergunakan
latihan-latihan secara intensif dan berulang- ulang adalah memberikan latihan
tertulis kepada anak karena bahan pelajaran baru sedikit sedang waktu ujian
semakin mendekat.
j)
Metode
Infiltrasi
Metode ini disebut juga metode
susupan, selipan maksudnya antipati atau jiwa ajaran tertentu diselipkan atau
diselundupkan kedalam sesuatu. Mata pelajaran pada waktu guru menerangkan pelajaran
tersebut misalkan jiwa agama kita selipkan pada waktu mengajar umum.
k) Metode Gotong Royong
Metode gotong royong ialah metode
yang dilakukan dengan bekerja sama antara beberapa orang anak untuk
menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Metode ini disebut juga metode kelompok
atau metode berregu dan metode kelompoknya disebut studi club, studi grup.
l)
Metode
Survey
Metode yang dilakukan dengan
mengadakan penelitian suatu masalah dengan mengmpulkan data-data yang
diperlukan dan langsung terjun kemasyarakat.
m) Metode Wawancara
Metode yang dilakukan dengan
mengadakan tanya jawab atau wawancara antara kedua pihak yang langsung
berhadapan muka.
n) Metode Problem Solving
Metode yang digunakan dengan cara
langsung menghadapi masalah mengetahui dengan sejelas-jelasnya dan menemukan
kesukaran- kesukarannya sehingga dapat dipecahkan.
o) Metode Proyek
Prinsipnya usaha dengan metode
problem solving hanya lebih kompleks sebab dilakukan dengan metode survey,
wawancara, metode kelompok. Satu kelompok dibagibagi dalam beberapa unit.
p) Metode Dikte
Metode yang dilakukan dengan jalan
mendekte pelajaran (kuliah) untuk dicatat oleh murid, metode ini lazim dipaki
perguruan tinggi.
F.
Hubungan metode dengan membaca
Hubungan
antara metode dan membaca keduanya saling berkaitan satu sama lain. Keduanya
tidak bisa di pisahkan dan saling memberi manfaat satu sama lain. Dan membaca
itu sendiri adalah isi dari metode tersebut terutama dalam metode pembelajaran
bagi guru kepada muridnya yang terjadi disekolah maupun diluar sekolah. Dan dalam
metode mengajar juga harus diperhatikan beberapa aspek berikut, seperti:
a. Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat membangkitkan motifasi, minat, atau gairah belajar siswa. Terutama
dalam minat minat membaca, karena membaca itu adalah salah satu cara belajar
yang mudah
b. Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya,
misalnya dalam pembuatan karya tulis
atau yang lainnya.
c. Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa. Seperti metode
ekstrakulikuler yang berfungsi mengembangkan potensi atau bakat siswa
d. Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat meransang keinginan siswa untuk dapat belajar lebih lanjut untuk
melakukan eksplorasi dan inovasi (pembangunan). Seperti dalam kegiatan
praktikum dan sebagainya.
e. Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan
melalui usaha pribadi, salah satunya yaitu dengan meningkatkan minat membaca,
baik buku ataupun yang ada di sekitar kita.
f. Metode mengajar yang dipergunakan
dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan pengalaman
atau stuasi yang nyata dan bertujan yang menumbuhkan motivasi belajar bagi
siswanya.
g. Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang
diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari- hari.
Dari
beberapa pernyataan diatas yang menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam metode belajar dapat kita simpulkan bahwa erat kaitannya antara metode
belajar dengan membaca. Sebab dalam kehidupan sehari-hari membaca dan metode
itu sendiri sudah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
G.
Manfaat membaca dalam metode belajar
Sebenarnya manfaat menbaca dalam metode belajar itu sudah
sangat jelas dikarnakan membaca itu bukan sebagai metode tapi sudah menjadi
bagian dari setiap jenis-jenis metode belajar. Maksudnya ialah membaca itu
sudah pasti ada dalam setiap metode (cara) disetiap pembelajaran, namun dengan
tujuan yang tepat seperti:
a. Membaca untuk memperoleh
perincian-perincian atau fakta-fakta.
b. Membaca untuk memperoleh ide-ide
utama.
c. Membaca untuk mengetahui urutan atau
susunan (organisasi cerita).
d. Membaca untuk menyimpulkan, membaca
inferensi.
e. Membaca untuk mengelompokkan,
membaca untuk mengklasifikasikan.
f. Membaca untuk menilai atau
mengevaluasi.
g. Membaca untuk memperbandingkan atau
mempertentangkan.
Akan tetapi jika dikaitkan dengan proses belajar membaca
memiliki banyak sekali menfaatnya, seperti:
- Memudahkan proses pembelajaran.
- Memudahkan mengambil kesimpulan dalam belajar.
- Menambah wawasan.
- Meningkatkan daya ingat dan membuat siswa makin kreatif
Dari
beberapa contoh manfaat membaca dalam belajar diatas dapat kita simpulkan bahwa
manfaat membaca dalam belajar itu sangatlah banyak. .
Namun sayangnya di Indonesia kecenderungan untuk budaya
membaca masi sangat rendash. Ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan
oleh BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan minat membaca mesyarakat Indonesia
hanya 23,5 persen
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Pendekatan Penelitian
Dalam
hal ini penulis melakukan pendekatan secar langsung dan tidak langsung. Secara langsung dengan menggunakan
wawancara dan penbagian koesioner yang dibagikan kepada beberapa siswa dan guru
di MA AL-ISHLAH desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, sedangkan
pendekatan tidak langsung melalui pengambilan materi dari berbagai buku.
B.
Jenis Dan Sumber Data
1. Jenis
Data
a. Data
Primer
Data primer adalah data yang diambil
langsung dari lapangan seperti dari sumber informasi atau sempellangsung dari
nara sunber.
b. Data
Sekunder
Data sekunder adalah data yang
diambil dari sumber bacaa seperti buku, surat kabar atau yang lainnya.
2. Sumber
Data
Penulis mendapatkan sumbet data dari
wawancara, kuesioner dan pengambilan materi dari berbagai buku.
a.
Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara
dua orang atau lebih yang diarahkan kemasalah tertentu secara lisan melalui tanya jawab.
Pengambilan data dari wawancara
yaitu melibatkan beberapa guru dan murid di MA AL-ISHLAH. Dengan kesimpulan
bahwa metode belajar yang baik yaitu:
·
Uswah
atau teladan yang baik.
·
Pembiasaan
salah satunya adalah membaca.
·
Pembelajaran
efektiv melalui membaca.
·
Belajar
dan diamalkan.
·
Belajar menggunakan seluruh tubuh.
b.
Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan
yang diajukan secara langsung kepada subjek.
Kuesioner dibagikan kepada siswa dan
guru di MA AL-ISHLAH yang berjumlah 30 kuesioner, yang menghasilkan:
No
|
Pertanyaan
|
Ya
|
Tidak
|
Ragu-ragu
|
1
|
Apakah
anda hoby/ suka membaca?
|
59%
|
9%
|
32%
|
2
|
Dalam
waktu sehari apakah anda banyak menghabiskan banyak waktu untuk membaca?
|
9%
|
50%
|
41%
|
3
|
Apakah
anda sering membaca tentang bacaan umum seperti koran, majalah, novel,
cerpen. atau yang lainnya?
|
81%
|
0%
|
19%
|
4
|
Apakah
anda sering memebaca tentang bacaan yang termasuk kedalam bacaan pelajaran
sekolah?
|
59%
|
9%
|
32%
|
5
|
Apakah
anda sudah merasakan dampak positif dari bacaan yang anda baca?
|
95%
|
0%
|
5%
|
6
|
Apakah
anda tahu tentang metode belajar?
|
45%
|
0%
|
55%
|
7
|
Menurut
anda apakah membaca termasuk kedalam metode membaca?
|
95%
|
5%
|
0%
|
8
|
Apakah
anda setuju dengan metode belajar yang
sekarang dipakei di Indonesia sekarang?
|
22%
|
27%
|
51%
|
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Penelitian ini menggunakan tektin
wawancara, kuesioner dan pengambilan materi dari beberapa buku. Wawancara dan
kuesioner dilakukan di MA AL-ISHLAH Bobos, Kecamatan Dukupuntang Kabupaten
Cirebon, sedangkan pengambilan materi diambil dari buku-buku yang terpercaya
2. Analisis Data
Setelah data diperoleh dari wawancara, kuesioner dan
pengambilan dari buku kemudian data dianalisis dengan cara
a. Membuat rincian
Yaitu
dengan membuat rincian dari hasil wawancara
dan kuesioner menjadi data yang akurat.
b. Menfsirkan data
Yaitu
hasil dari data yang sudah dirincikan kemudian ditafsirkan menjadi data yang
spesifik.
c. Membuat kesimpulan
Yaitu
setelah mendapat hasil data yang akurat dan spesifik data tersebut disimpulkan
sesuai dengaan hasil wawancara dan kuesioner.
3.
Tahap
penelitian
a. Tahap persiapan
Persiapan
dilakukan dengan menyediakan alat-alat tulis dan pertanyaan yang akan di ajukan
kepada subjek.
b. Tahap pelaksanaan.
Tahap
ini yaitu melaksanakan pendataan dan kemudian mengajukan pertanyaan.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut dapat kita
simpulkan bahwa membaca itu memiliki banyak sekali manfaat terutama dalam
proses belajar mengajar. akan
tetapi membaca itu bukan termasuk kedalam metode belajar melainkan bagian dari proses belajar.
B.
SARAN
Setelah penulis memberikan
kesimpulan di atas penulis ingin memberikan saran:
1.
Manfaatkanlah
waktu sebaik-baiknya untuk belajar karena belajar itu bukan hanya di sekolah
saja tetapi dimanapun dan kapanpun.
2.
Budayakanlah
hobi membaca karena membaca itu adalah cara paling mudah mendapat informasi.
3.
Janagn
siasiakan waktu untuk belajar dan rajin memebaca.
DAFTAR PUSTAKA
·
Budimansyah
damsim 2003, model pembelajaran berbasis portofolio biologo, Bandung GENESINDO
·
Syamsudin
DKK, 2004 kompetisi berbahasa dan sastra Indonesia jilid 1B. Solo :PT Riya
serangkai pustaka mandiri
·
Syamsudin
DKK, 2007 kompetisi berbahasa dan sastra Indonesia 1. Solo :PT wangsa jatra
lestari
·
Susilama
rudi 2007. Media pembelajaran, Bandung CV wacana prima
·
Suharsono
; mencerdikan anak, Jakarta: Inisiasi press, 2004
·
Fry.
Ron ; Belajar lebih cerdas, bukan lebih keras, Jakarta : PT. Bhuana Ilmu
Populer, 2008
·
Hernowo;
2005. Quantum Reading; cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang
munculnya potensi membaca. Bandung: Mizan Learning C
·
Ahmadi
Abu H. Drs, (2005) Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Armico.
·
Depag
RI, Stategi Belajar Mengajar , Dirjen Bimbingan Islam, Jakarta. 1994 hal 139
·
Mansyur.
H. Drs, (1991), Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Universitas Terbuka
·
Sanjaya
Wina, Dr. (2006) Strategi Pembelajaran, Jakarta: Kencana
·
Sudirman,
N, Drs, dkk, Ilmu Pendidikan, Rosdakarya, Bandung:Rosdakarya 1991), hal.119
·
Nasution,
S, (1989), Kurikulum dan Pengajaran, Bandung: Bina Aksara.
·
Zakiah
Daradjat, Metode Khusus Pengajaran Agama Islam,( Jakarta: Bumi Aksara,1995),
hal. 298